Skip to main content

Punya Baterai 6.000 mAh, Realme C15 Bisa Jadi “Power Bank”

Realme baru saja meluncurkan ponsel terbarunya, Realme C15 di Indonesia. Fitur andalan ponsel ini adalah baterainya yang berkapasitas 6.000 mAh dan telah mendukung fitur Quick Charge 18 Watt.

Daya yang tersimpan di baterai besar tersebut bisa dibagikan ke perangkat lain karena Realme C15 telah mendukung fungsi reverse charging melalui kabel USB OTG.  Artinya, pengguna dapat memanfaatkan Realme C15 sebagai power bank.

Dalam acara peluncuran yang diadakan secara online, Selasa (28/7/2020), Product Manager Realme Indonesia Felix Christian mengatakan Realme C15 bisa digunakan mengisi baterai berbagai gadget seperti ponsel, smartwatch, hingga earphone TWS.

“Keluaran dayanya (reverse charging) 6,5 watt,” ujar Felix. Realme C15 diklaim dapat mengisi baterai Realme Watch hingga 16 kali, Realme Band hingga 33 kali, dan Buds Air Neo hingga 6 kali.

Fitur reverse charging sendiri sebenarnya sudah lama ada di ponsel Android, baik buatan Realme maupun dari merek lain. Sebelumnya, ponsel C11 yang juga besutan Realme juga memiliki kemampuan serupa, meski kapasitas baterainya lebih kecil di angka 5.000 watt.

Untuk jenis konektornya, Realme C15 masih mengandalkan micro USB. Felix beralasan ini karena pengguna di Indonesia masih banyak mengandalkan port tersebut, dibanding USB tipe C yang lebih modern.

Selain baterai 6.000 mAh, Realme C15 dibekali chip MediaTek Helio G35, layar IPS LCD 6,5 inci dengan resolusi Full HD Plus, dan empat kamera belakang.

Harganya dipatok sebesar Rp 2 juta untuk varian 3 GB/ 64 GB, Rp 2,2 juta untuk varian 4 GB/ 64 GB, dan Rp 2,5 juta untuk varian 4 GB/ 128 GB. Ada dua pilihan warna yang disediakan, yakni Marine Blue dan Seagull Silver.

 

Mirrorless Sony A7S Mark III Meluncur, Bisa Rekam Video 4K 120 FPS

Lama ditunggu, Sony akhirnya memperkenalkan kamera mirrorless terbaru dari seri full-frame A7S, yakni A7S Mark III. Kamera ini merupakan penerus dari model A7S Mark II sebelumnya yang hadir lima tahun lalu.

A7S Mark III menggunakan sensor full-frame EXMOR R CMOS backside-illuminated (BSI), masih dengan resolusi 12 MP seperti dua model terdahulu. Sensor tersebut dipasangkan dengan prosesor gamber Bionz XR.

Lini A7S memang mengutamakan kinerja low-light dan video sehingga resolusi sensornya tidak setinggi seri A7 maupun A7R. Meski demikian, A7S Mark III sanggup merekam video 4K dengan tingkat sensitivitas hingga ISO 409.600.

Kamera ini juga dapat merekam video 4K dengan frame rate 120 FPS dan video HLD HDR 10-bit 4:2:2 di dalam kamera, atau video 16-bit RAW di recorder eskternal via HDMI. Sony turut mengklaim bahwa A7S Mark III memiliki rentang dynamic range hingga lebih dari 15 stop.

Color profile yang didukung mencakup S-Gamut, S-Gamut 3, dan S-Gamut3.Cine. Ada juga dukungan format video XAVC HS dengan codec H.265 yang lebih efisien, sebagaimana dihimpun dari GSM Arena, Rabu (29/7/2020).

Sistem autofokus A7S Mark III mengandalkan 759 titik phase-detect AF yang mencakup 92 persen area frame. Kecepatan burst yang mampu dihasilkan adalah 10 frame per detik, dengan fitur eye AF yang bisa digunakan baik di mode foto maupun video.

Seperti A7S Mark II sebelumnya, sensor A7S Mark III memiliki sistem In-Body Image Stabilizer (IBIS) 5-axis yang disebut mampu menghasilkan kompensasi goyangan hinggga 5.5 stop.

Untuk pertama kalinya di jajaran kamera mirrorless full frame Sony, A7S Mark III mengusung layar sentuh 3 inci dengan engsel fully articulated yang mengayun ke arah samping, dan bisa diputar ke segala arah, termasuk menghadap ke depan.

Electronic Viewfinder memiliki resolusi setinggi 9,44 MP dengan panel OLED.Tak ketinggalan, ada dua card slot yang masing-masing bisa dipasangi kartu memori jenis SDXC/ SDHC UHS-II atau CFexpress tipe A.

A7S Mark III kini menggunakan baterai NP-FZ100 seperti A7 Mark III dan A7R Mark III. Daya tahannya diklaim hingga 60 persen lebih lama dibanding baterai A7S Mark II.

Sony berencana mulai memasarkan A7S Mark III pada bulan September mendatang. Harganya adalah 3.500 dollar AS atau Rp 51,2 juta (body only).

Deretan Smartphone 5G yang Akan Dirilis Tahun Ini

Cakupan jaringan 5G semakin meluas di beberapa negara. Meskipun, sejumlah negara lain masih belum memiliki infrastruktur yang memadai untuk menggunakan jaringan 5G, termasuk di Indonesia.

Absennya jaringan 5G di sejumlah negara tidak menyurutkan euforia 5G yang ramai tahun ini.
Beberapa vendor smartphone dikabarkan akan saling mengeluarkan ponsel 5G baru mereka tahun ini.

Beberapa di antara vendor tersebut sudah merilis beberapa ponsel 5G sejak tahun lalu. Smartphone 5G apa saja yang akan meramaikan pasar tahun ini? Berikut rangkuman dari Phone Arena, Minggu (12/7/ 2020).

1. iPhone 12

Phone Arena Bocoran wujud iPhone 12

Dibanding pabrikan ponsel besar lain seperti Huawei atau Samsung, Apple termasuk terlambat dalam merilis ponsel 5G. Sudah lama sebenarnya Apple disebut-sebut akan merilis iPhone 5G.

Namun, rumor itu terpatahkan saat peluncuran iPhnoe 11 yang hanya kompatibel dengan jeringan 4G.

Kemungkinan, Apple baru akan memasang 5G di lini iPhone 12 yang diperkirakan akan rilis akhir tahun 2020 ini.

Menurut rumor yang beredar, iPhone 12 series akan memilki empat model. Keempat model itu terdiri dari iPhone 12 dengan layar 5,4 inci, iPhone 12 Max dengan layar 6,1 inci, iPhone 12 Pro dengan layar 6,1 inci, dan iPhone 12 Pro Max dengan layar 6,7 inci.

Semua layar dibekali panel OLED. Khusus untuk varian “Pro” akan memiliki layar ProMotion display dengan refresh rate 120 Hz.

iPhone 12 kabarnya akan diotaki chipset A14 Bionic. Untuk iPhone 12 dan iPhone 12 Max hanya akan dibekali dua kamera di punggung, sementara iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Pro Max, memiliki tiga kamera belakang.

Varian Pro diprediksi memiliki kapasitas RAM 6 GB, sementara varian lainnya memilki RAM 4 GB. Sedangkan kapasitas internal paling kecil kabarnya mulai dari 128 GB, bukan 64 GB lagi.

2. Galaxy Note 20 Series

Berbeda dengan Apple, Samsung sudah gencar merilis ponsel 5G mereka sejak tahun lalu. Galaxy Note 20 akan menjadi smartphone flagship 5G Samsung terbaru yang akan dirilis 5 Agustus mendatang.

Kabarnya akan ada tiga model Galaxy Note 20. Galaxy Note 20, Galaxy Note 20 Plus, dan Galaxy Note 20 Ultra.

Namun, rumor soal model terakhir masih simpang siur. Galaxy Note 20 akan dibekali layar 6,4 inci dan Note 20 Plus memiliki bentang layar 6,9 inci.

Keduanya akan dibekali RAM 12 GB dan internal 128 GB. Di sektor kamera, dua varian tersebut akan mengusung kamera utama 108 MP untuk kamera belakang.

Untuk kamera depannya beresolusi 40 MP dan layarnya beresolusi 4K di 60 fps. Galaxy Note 20 series akan diotaki chipset Snapdragon 865 untuk sebagian pasar.

3. Galaxy Z Flip 5G

Selain Galaxy Note 20, Samsung diperkirakan akan merilis ponsel lipat Galaxy Z Flip 5G ditanggal yang sama.

Kabarnya, Galaxy Z Flip edisi baru ini tidak jauh berbeda dengan generasi lama. Seperti Gaalxy Note 20, ponsel lipat ini kabarnya akan ditenagai chipset Snapdragon 865.

4. Galaxy Fold 2

Satu lagi ponsel lipat 5G yang disiapkan Samsung, yakni Galaxy Fold 2. Menurut rumor yang beredar, layarnya berbentang 7,6 inci dan ditenagai chipset Snapdragon 865 yang dipadu dengan RAM 12 GB dan internal 256 GB.

Diprediksi, layarnya akan memiliki refresh rate 120 Hz, namun kemungkinan akan ada opsi 60 Hz.

Ponsel lipat ini akan ditunjang dua baterai yang masing-masing berkapasitas 2.090 mAh dan 2.275 mAh. Salah satu pembaruan yang santer dirumorkan adalah adanya S Pen.

5. Pixel 5 5G

Kemungkinan, Pixel 5 akan menjadi smartphone 5G pertama dari Google. Menurut rumor yang beredar, Pixel 5 5G akan memiliki layar 5,8 inci dengan panel OLED.

Bingkai layar tipis dan kamera selfie mungil yang ada di sisi kiri layar. Pixel 5 5G kabarnya akan diotaki Snapdragon 765 atau 768.

Chipset itu dipilih agar tetap bisa menjual ponsel 5G dengan harga murah. Desas-desus yang beredar, Pixel 5 5G akan dibekali RAM 6 GB dan internal 128 GB.

Menurut informasi yang beredar, Pixel 5 5G akan dirilis sekitar Oktober atau November 2020. Ponsel ini juga akan menjalankan sistem operasi Android 11.

6. OnePlus Nord 5G

Banyak rumor yang beredar soal OnePlus Nord 5G. Namun, satu yang sudah dipastikan adalah chipset yang akan tertanam di jantung perangkat. Ponsel ini akan dibekali dengan chipset yang sudah mendukung jaringan 5G.

Sektor lain seperti kamera, memang masih simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa kamera utamaya akan beresolusi 48 MP atau 64 MP. Ponsel ini kemungkinan akan dirlis di pasar Eropa dan India.

7. LG

LG dikabarkan akan merilis sejumlah smartphone 5G murah pada paruh kedua 2020. Ada dua nama smartphone yang digadang-gadang akan diluncurkan, yakni Q9 2020 5G dan Q92 5G.

Ponsel tersebut kabarnya akan rilis pertama kali di Korea Selatan. Belum banyak rumor spesifikasi soal kedua ponsel tersebut. Namun kabarnya, memori internal yang tersedia sebesar 128 GB.

8. Huawei Mate 40 5G

Huawei dikabarkan akan merilis Huawei Mate 40 series pada kuartal IV (Q4) 2020. Belum banyak rumor spesifikasi yang beredar soal Mate 40.

Namun, kemungkinan besar Mate 40 series akan didukung jaringan 5G seperti pendahulunya.
Rumor lain menyebutkan Mate 40 akan ditenagai chipset baru Kirin 1020 yang digadang bakal menjadi chipset terkencang di pasaran.

Selain itu, ponsel ini akan dibekali empat kamera belakang yang salah satunya memiliki resolusi tinggi. Kemudian ada kamera ultra-wide, sensor ToF, dan periskop.

9. Motorola

Motorola juga tidak mau ketinggalan euforia 5G. Kabarnya, Motorola akan merilis ponsel 5G murah untuk pasar AS.

Belum diketahui seri apa yang akan dirilis. Ada yang memprediksi bahwa ponsel 5G murah yang dimaksud adalah Moto G 5G, yang kini sudah dipasarkan di Eropa.

Ponsel tersebut dijual dengan harga kurang dari 500 dollar AS atau sekitar Rp 7,2 juta. Moto G 5G memiliki bentang layar 6,7 inci dan ditenagai chipset Snapdragon 765.

Ponsel ini memiliki empat kamera di belakang dan dua kamera selfie. Baterainya berkapasitas 5.000 mAh.

 

Menjajal Xiaomi Redmi 9, Meluncur di Indonesia 14 Juli

Kesan berat di genggaman terasa saat menggenggam Redmi 9 untuk pertama kali. Ponsel entry-level terbaru dari Xiaomi yang segera masuk Indonesia ini memiliki bobot 198 gram, lebih berat dibanding Redmi 8 dengan bobot 188 gram.

Sementara dimensi Xiaomi Redmi 9 adalah 163,32 x 77,01 x 9,1 mm, lebih bongsor dibanding Redmi 8 yang memiliki dimensi 156,5 x 75,4 x 9,4 mm. Namun dimensi yang lebih besar itu tak jadi soal saat mengoperasikan ponsel.

Secara desain, Redmi 9 membawa penyegaran di lini ponsel low-end Xiaomi. Terlepas dari selera yang subyektif, namun desain Redmi 9 ini memang sedikit berbeda dari Redmi 8. Terutama bagian punggung.

Cangkang pelindung Redmi 9 memiliki dua tekstur yang berbeda. Lingkaran yang mengitari modul kamera, bertekstur halus, sementara bagian luar lingkaran memilki tekstur garis-garis samar.

Bagi yang telapak tangannya sering berkeringat, tekstur ini cukup menolong karena punggung menjadi tidak begitu licin, sehingga nyaman digenggam.

Di punggung Redmi 9 bagian atas terdapat tiga lensa yang berjajar vertikal, dengan panel sensor pemindai sidik jari di urutan terbawah. Di sebelah modul lensa, terdapat satu kamera lain yang ditemani LED flash.

Di sisi kiri, modul kamera terdapat tulisan “AI Quad Camera 13 MP” yang merupakan resolusi kamera utama Redmi 9. Kamera utama itu ditemani kamera ultra-wide 8 MP dan kamera makro 5 MP.

Modul kamera Redmmi 9 yang terdiri dari kamera utama 13 MP, ultra-wide 8 MP dan makro kamera 5 MP yang tersusun vertikal. Satu kamera lain yang terpisah adalah depth sensor 2 MP yang ditemani LED flash. Di bawah tiga lensa kamera terdapat panel pemindai sidik jari.

Satu kamera lain yang letaknya terpisah adalah kamera 2 MP yang berfungsi sebagai depth sensor.  Seperti beberapa seri Redmi sebelumnya, modul kamera di Redmi 9 juga agak menonjol keluar. Namun, kamera depth sensor dan LED flash terlihat rata dengan punggung.

Sementara sisi bawah punggung Redmi 9, seperti biasa nangkring logo Redmi bewarna putih.

Layar Redmi 9 masih menggunakan dot drop display seperti Redmi 8, alias poni mungil untuk rumah kamera depan beresolusi 8 MP. Poni itu tersemat di sisi atas layar berbentang 6,53 inci dengan resolusi full HD Plus.

Harga iPhone 12 Lebih Murah dari iPhone XR?

Setiap tahun, Apple selalu merilis jajaran iPhone terbaru. Untuk tahun 2020 ini, iPhone 12 disebut-sebut siap diperkenalkan dalam beberapa bulan ke depan.

Rumor tentang penerus dari iPhone 11 ini pun banyak beredar di internet. Kali ini, seorang pembocor mengungkap harga iPhone 12.

Melalui akun twitter @Omegaleak, pembocor ini mengatakan bahwa iPhone 12 bakal dibanderol dengan harga termurah 549 dolar AS atau setara dengan Rp 7,8 juta.

Harga tersebut konon merupakan banderol untuk iPhone 12 versi 4G. Apple sendiri memang diprediksi akan merilis iPhone terbaru dalam dua versi yakni 4G dan 5G.

Meski hanya berupa kabar angin, menarik apabila informasi yang dihembuskan oleh @omegaleaks ini akurat.

Sebab, sejauh ini Apple memang belum pernah mematok harga iPhone terbarunya di bawah angka 600 dolar AS.

Sebagai perbandingan, deretan iPhone 11 (2019) dan iPhone XS (2018), misalnya, diluncurkan dengan harga termurah 699 dolar AS dan 999 dolar AS.

Bahkan, iPhone XR yang ketika diluncurkan dicap sebagai “iPhone murah”, dibanderol dengan harga 749 dolar AS.

Lebih lanjut, rumor ini juga tampak melengkapi kabar sebelumnya yang sempat diumbar oleh pembocor iPhone Jon Prosser. Pada akhir April lalu, ia sempat mengumbar harga lima varian iPhone 12 lewat Twitter.

Nah, jika dikombinasikan dengan rumor teranyar dari @omegaleaks, maka Apple diprediksi bakal meluncurkan lima varian iPhone 12 di tahun ini.

Kelima iPhone tersebut mencakup iPhone 12 (4G, 5,4 inci), iPhone 12 (5G, 5,4 inci), iPhone 12 (5G, 6,1 inci), iPhone 12 Pro (5G, 6,1 inci), dan iPhone 12 Pro Max (5G, 6,7 inci).

Adapun banderol seluruh varian iPhone 12 tersebut secara berurutan adalah 549 dolar AS (Rp 7,8 juta), 649 dolar AS (Rp 9,3 juta), 749 dolar AS (Rp 10,7 juta), 999 dolar AS (Rp 14,3 juta), dan 1099 dolar AS (Rp 15,7 juta).

Kendati demikian, penting untuk dicatat kembali bahwa informasi seputar harga iPhone 12 ini masih berupa desas-desus semata.

Dirangkum dari GSM Arena, Senin (29/6/2020), Apple juga belum mengumbar informasi apapun seputar keberadaan iPhone 12, berikut nama resminya.

Terlepas dari itu, Apple sendiri diprediksi bakal meluncurkan deretan iPhone terbaru pada bulan September mendatang, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Apakah benar? Kita nantikan saja.

Lolos TKDN, Xiaomi Redmi 9 Segera Masuk Indonesia?

Xiaomi nampaknya akan segera membawa ponsel terbarunya yakni Redmi 9 ke Indonesia. Sebab, ponsel tersebut diketahui telah mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri ( TKDN) dari Kementerian Perindustrian.

Berdasarkan pantauan KompasTekno, Jumat (26/6/2020) di laman Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri ( P3DN) Kemenperin, sebuah ponsel berkode Xiaomi (MI) M2004J19G telah memenuhi syarat TKDN dengan bobot sebesar 30,60 persen.

Setelah ditelusuri, kode tersebut tak lain mengacu pada Redmi 9 yang baru saja diperkenalkan awal bulan ini. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa Xiaomi berniat memasarkan Redmi 9 di Indonesia dalam waktu dekat.

Bobot TKDN sebesar paling tidak 30 persen adalah salah satu syarat bagi ponsel 4G untuk dapat dipasarkan di Indonesia, selain sertifikasi lolos uji Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Xiaomi sendiri masih belum mengumumkan rencana kehadiran Redmi 9 di Tanah Air. Lini ponsel sebelumnya, Redmi 8, diketahui hadir menjelang akhir 2019 di Indonesia.

Spesifikasi Redmi 9

Dari sisi spesifikasi, Redmi 9 memiliki bentang layar seluas 6,53 inci (2.340 x 1.080 piksel) dengan lapisan kaca anti-gores Corning Gorilla Glass 3. Di bagian atasnya terdapat poni (notch) berbentuk tetesan air yang memuat modul kamera selfie beresolusi 8 MP (f/2.0).

Redmi 9 turut dilengkapi dengan empat kamera belakang yang terdiri dari kamera utama 13 MP (f/2.2), kamera ultra wide 8 MP (f/2.2), kamera macro 5 MP (f/2.4), dan kamera depth sensor 2 MP (f/2.4).

Dapur pacu ponsel ini mengandalkan chip Mediatek Helio G80 yang dipadu dengan RAM hingga 4 GB dan storage hingga 64 GB. Baterainya berkapasitas cukup besar, yakni 5.020 mAh dengan dukungan fast charging 18 watt.

Redmi 9 ditopang dengan baterai yang terbilang cukup besar, yakni berkapasitas 5.020 mAh. Baterai tersebut telah mendukung fitur fast charging 18 watt.

Sebagai informasi tambahan, di wilayah Eropa, Redmi 9 dijual seharga 149 euro (Rp 2,4 juta) untuk varian 3 GB/32 GB dan 179 euro (Rp 2,9 juta) untuk varian 4 GB/64 GB.

Melihat Peningkatan Vivo Y50 yang Kini Turun Harga

Vivo terus menghadirkan peningkatan spesifikasi pada smartphone seri Y mereka. Hal ini bertujuan untuk menunjang kebutuhan konsumen di seri tersebut.

Jika menengok ke belakang, peningkatan di ponsel seri Y sudah dilakukan Vivo sejak seri Y71 meluncur pada April 2018. Ponsel ini menjadi seri Y pertama dengan Face Access, RAM 3 GB, penyimpanan 32 GB, dan baterai 3.360 mAh.

Kemudian, seri Y83 menjadi ponsel seri Y pertama Vivo dengan fitur All-New FullView Display, Fingerprint, dan Live Photo. Adapun seri Y91 menjadi ponsel All Screen dan AI Dual Camera pertama Vivo.

Pada seri Y17, Vivo menghadirkan tiga kamera belakang dengan AI, baterai 5.000 mAh, Fast Charging 18 W, serta penyimpanan internal 128 GB. Fitur Reverse Charging dan AI Multi-Mode Camera belakangan hadir di seri Vivo Y19, dengan RAM 6 GB.

Kini melalui seri Y terbaru, yakni Vivo Y50, seabrek peningkatan pun diberikan Vivo. Bisa dibilang, Vivo Y50 merupakan ponsel seri Y paling mumpuni dibanding seri-seri Y sebelumnya.

Hal ini, menurut Vivo, dilakukan demi memberikan price to performance yang terbaik di kelasnya. Bahkan, harga Vivo Y50 pada awal Juni lalu juga turut dipangkas oleh Vivo, dari semula Rp 3,7 juta menjadi Rp 3,5 juta di Indonesia.

“Ragam kebutuhan konsumen yang semakin beragam menjadi semangat kami untuk
menghadirkan peningkatan di Vivo Y50,” ujar Senior Brand Director Vivo Indonesia Edy Kusuma  Senin (22/6/2020).

Dari sisi tampilan, misalnya, Vivo Y50 mengusung layar berukuran 6,53 inci dengan desain Ultra O Screen, memungkinkan kamera selfie beresolusi 16 MP (f/2.0) dimuat dalam sebuah lubang punch hole di bagian kiri atas layar.

Sebelumnya, aneka ponsel Y-series dari Vivo (kecuali Y30) biasanya mengusung kamera selfie yang ditampung di dalam poni (notch) bergaya ala tetesan air (waterdrop).

Beralih ke bagian belakang, punggung Vivo Y50 kini memiliki empat kamera belakang (AI Quad Camera) yang disusun dalam sebuah modul persegi bak ponsel premium.

Keempat kamera tersebut masing-masing memiliki resolusi 13 MP (f/2.2, wide), 8 MP (f/2.2, Super Wide-Angle), 2 MP (f/2.4, Super Macro), dan 2 MP (f/2.4, Super Bokeh).

Ada pula software penunjang kamera Super Night Camera yang berfungsi untuk menghasilkan foto malam hari yang ciamik, serta Ultra Stable Video guna meredam guncangan ketika ponsel dipakai untuk merekam video.

Tak hanya desain dan kamera, Vivo Y50 juga dipersenjatai dengan spesifikasi hardware yang juga lebih canggih dibanding para pendahulunya di keluarga Y-series.

Beberapa di antaranya adalah chipset Snapdragon 665 yang menjadi “otak” ponsel tersebut, didukung pula dengan RAM berkapasitas jumbo dan terbesar di seri Y, yakni 8 GB.

Selain itu, Vivo Y50 sudah dibekali media penyimpanan sebesar 128 GB, cukup lega untuk menyimpan file foto, video, dan dokumen kerja.

Smartphone dengan memori RAM dan ROM terbesar di kelasnya ini kami persembahkan untuk konsumen dengan aktivitas yang multitasking,” tutur Edy.

Di samping RAM, angka jumbo juga bisa dilihat dari spesifikasi baterai Vivo Y50 dengan kapasitas 5.000 mAh, turut didukung dengan pengisian cepat 15W (via USB tipe-C) dan fitur reverse charging guna menyulap ponsel menjadi power bank.

Dengan spesifikasi seperti demikian, Vivo Y50 menjadi ponsel yang diklaim Vivo menunjang beragam aktivitas multitasking.

Vivo Y50 turun harga

Vivo juga diketahui telah memangkas harga penjualan ponsel seri Y50 di Indonesia hingga sekitar Rp 200.000.

Semula, harga Vivo Y50 saat meluncur di Indonesia pada April 2020 adalah Rp 3,7 juta. Mulai 4 Juni, harga Vivo Y50 dipangkas sehingga menjadi Rp 3,5 juta, termasuk bundling paket data 36 GB dan streaming YouTube dari Indosat.

Terdapat dua pilihan warna Vivo Y50 yang bisa dipilih pengguna di Indonesia, yakni Irish Blue dan Starry Black.

Konsumen yang ingin membeli ponsel teranyar ini bisa memanfaatkan “Layanan Antar ke Rumah” dari Vivo yang bisa diselisik lebih lanjut di tautan berikut, atau melalui WhatsApp ke nomor 0811-9760-1111.

Melihat Foto Hasil Jepretan Kamera Redmi Note 9 dan Note 9 Pro

Xiaomi merilis dua smartphone jagoannya di segmen menengah, yakni Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro di pasar Indonesia. Harga Redmi Note 9 paling murah adalah Rp 2,5 juta, sementara versi Pro paling murah dijual dengan harga Rp 3,5 juta.

Salah satu sektor yang diunggulkan Redmi Note 9 series adalah kamera. Lantas, dengan harga tersebut, bagaimana hasil jepretan kamera Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro?

Sebelum menjawabnya, tidak ada salahnya untuk mengingat lagi bagaimana spesifikasi kamera keduanya. Bisa dikatakan, secara spesifikasi, Redmi Note 9 series sedikit naik kelas dibanding pendahulunya.

Mulai dari Redmi Note 9, kamera belakang terdiri dari kamera wide yang merangkap menjadi kamera utama dengan resolusi 48 MP (f/1.79) dengan dukungan phase detection autofocus (PDAF).

Kemudian, terdapat kamera ultrawide 8 MP (f/2.2), kamera makro 2 MP (f/2.4), dan depth sensor 2 MP (f/2.4). Di sisi depan, terdapat kamera tunggal beresolusi 13 MP.

Sementara untuk versi “Pro”, spesifikasinya agak sedikit tinggi. Kamera utamanya beresolusi 64 megapiksel (f/1.89).

Ditemani kamera ultrawide 8 MP (f/2.2), kamera makro 5 MP (f/2.4), dan kamera depth sensor 2 MP (f/2.4). Untuk slefie, tersemat kamera tunggal 16 MP (f/2.5) di bagian depan.

Secara umum, bisa dibilang kualitas gambar yang dihasilkan kamera Redmi Note 9 dan Redmi Note 9 Pro cukup baik untuk smartphone kelas menengah. Warna yang ditangkap lebih vibrant atau cerah dan mendekati aslinya.

Meskipun dibantu dengan teknologi AI, namun teknologi ini tidak mengubah warna asli dari obyek. Sehingga, hasil gambar tidak terkesan berlebihan.

Misalnya saja pada saat mengambil foto bunga bougenville ungu berikut. Memang, saat menggunakan mode normal di Redmi Note 9, warnanya agak sedikit pucat.

Perbandingan foto Redmi Note 9 menggunakan mode 48 MP (kanan) dan mode normal dengan zoom 1x (kiri).

Berbeda dengan saat mengaktifkan mode 48 MP, warna ungu dan hijau daun terlihat lebih cerah.

Begitu pula saat mengaktifkan mode 64 MP di Redmi Note 9 Pro, warna yang dihasilkan tetap cerah namun tidak berlebihan.

Perbandingan foto menggunakan mode normal (kiri) dan mode 64 MP di Redmi Note 9 Pro pada siang hari.

Perlu diperhatikan, saat mengaktifkan mode 48 MP atau 64 MP, fitur lain seperti HDR atau AI tidak bisa diaktifkan secara bersamaan. Salah satu yang cukup menarik saat menjajal dua samrtphone ini adalah kecepatan autofokus dan minimnya shutter lag.

Sejauh yang KompasTekno coba, Redmi Note 9 series ini lebih cepat dalam menemukan titik fokus dibanding ketika mencoba Redmi Note 7.

Shutter lag, atau jeda saat menekan tombol shutter ke penangkapan gambar pun tidak lagi ditemui, baik saat siang hari dalam keadaan cukup banyak cahaya atau malam hari atau saat minim cahaya.

Kecuali saat mengaktifkan mode malam, tentu shutter lag tidak bisa dihindarkan. Ketika mengaktifkan mode malam di kedua ponsel, ada jeda beberapa detik untuk pengambilan gambar. Tapi hasilnya tidak begitu mengecewakan.

Perbandingan foto pada malam hari, masih menggunakan Redmi Note 9 Pro. Foto kanan meggunaan mode malam di mana warna lebih terlihat terang, sementara foto kiri menggunakan mode normal.

Hasil terbaik mode malam bisa dilihat saat benar-benar menangkap obyek yang sangat minim cahaya. Untuk mode malam, versi “Pro” lebih unggul dibanding versi reguler.

Detail dan warna obyek lebih jelas di Redmi Note 9 Pro. Sementara di Redmi Note 9, hasil mode malam terlihat sedikit buram.

Fungsional Apple Watch Mendatang Tidak Akan Terlalu Bergantung Pada iPhone Lagi

Apple Watch merupakan smartwatch di mana ia memerlukan iPhone yang dihubungkan untuk dapat bekerja. Misalnya, sampai versi seluler Apple Watch diluncurkan, pengguna perlu memastikan smartwatch mereka dipasangkan dengan iPhone mereka untuk menerima panggilan telepon dan untuk mengakses internet. Sementara itu telah berubah, Apple Watch masih cukup tergantung pada iPhone.

Contoh lain adalah aplikasi, di mana jika Anda ingin mengunduh aplikasi Apple Watch, Anda harus mengunduh aplikasi melalui iPhone Anda. Namun, itu bisa segera berubah karena menurut laporan dari Bloomberg, telah terungkap bahwa dalam pembaruan besar berikutnya untuk watchOS, Apple dapat memberikan Apple Watch kemandirian yang lebih besar, sehingga tidak bergantung lagi pada iPhone.

Ini akan dilakukan dengan memberikan Apple Watch layanan App Store sendiri yang dapat diakses melalui jam tangan itu sendiri. Dengan begitu, jika pengguna ingin mengunduh aplikasi WatchOS, mereka dapat melakukannya meski jauh dari perangkat iPhone. Namun, bagi mereka yang tidak memiliki versi seluler dari Apple Watch, Anda masih harus menjaga smartwatch dan iPhone berdekatan satu sama lain untuk menerima pemberitahuan, jadi tetap ada hal yang perlu dipertimbangkan.

Namun, jika Anda memiliki versi seluler dari Apple Watch, maka pembaruan watchOS yang akan datang mungkin perlu diperhatikan. Apple diharapkan mengumumkan pembaruan besar untuk Apple Watch berikutnya di WWDC bulan depan. Kita nantikan saja kabar selanjutnya.

Bocoran Vivo X50 Beredar di Internet

Vivo dikabarkan akan segera meluncurkan smartphone vivo X50 dan X50 Pro.

Sebelumnya Vivo juga telah menampilkan video singkat terkait smartphone Vivo X50 Pro yang dilengkapi stabilisasi kamera layaknya gimbal dengan optik canggih yang bertindak seperti mata manusia.

Diperkirakan smartphone tersebut akan hadir dengan mikro gimbal yang stabil seperti smartphone konsep APEX 2020.

Dikutip dari GSM Arena, ni akan memungkinkan X50 untuk memiliki kemampuan stabilisasi yang lebih baik saat mengambil foto dan video daripada sistem OIS biasa.

Sementara X50 Pro juga akan menampilkan layar AMOLED 6,56 inci FHD+, dengan punch hole di sudut kiri atas layar untuk menempatkan kamera selfie-nya.

Keduanya juga memiliki pengaturan kamera berbeda. Selain itu, Vivo juga merilis video promo, yang memperlihatkan kemampuan kamera X50 Pro. Smartphone tersebut bisa melakukan 60x hybrid zoom.

Seri Vivo X50 dijawalkan akan debut pada 1 Juni 2020. Menjelang kehadirannya, bocoran tentang kedua smartphone diprediksi akan kembali muncul.

Selain akan merilis X50 dan X50 Pro, Vivo juga akan merlis earphone terbarunya bernama TWS Neo.

TWS Neo diketahui akan menjadi varian yang lebih terjangkau dari Earphone TWS vivo tahun lalu.

Dari segi desain, TWS Neo terlihat cukup identik dengan seri pendahulunya dengan pendekatan stem in-ear dan casing berbentuk oval. Earphone ini juga hanya akantersedia dalam varian warna Putih dan Biru Tua. Perusahaan juga telah menampilkan video singkat yang memperlihatkan kualitas suara yang baik dan latensi rendah.

Diketahui TWS Neo dijadwalkan meluncur pada tanggal 1 Juni, bersama smartphone seri Vivo X50.